Sesuatu yang tidak untukmu, sampai kapanpun tidak akan kembali padamu. Begitu pula jika emang takdir berkata itu memang untukmu, sejauh apapun pergi, sekuat apapun menyangkal, akan kembali padamu.
Setiap pertemuan akan berakhir dengan perpisahan, entah karena pergi dan tak kembali atau pergi karen ada yang memiliki.
Seperti hubunganku denganmu ini. Dengan pertemuan yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya, semua itu karena Tuhanku dan Tuhanmu mengizinkan dan alam semesta mendukung. Meski kini kita tidak lagi bisa bersama, dalam hatiku masih muncul pertanyaan "mengapa harus bertemu jika aku tak diizinkan bersatu" atau "mengapa Tuhan menumbuhkan rasa jika harus berpisah pada akhirnya?"
Hari - hari tanpa menerima kabar darimu membiasakan aku menjadi aku yang tanpamu. Aku berusaha meneruskan hidup tanpa mengutuk pertemuan dan perpisahan yang terjadi antara kita.Kamu memilih pergi dan menjauh dengan aasan untuk kebaikan kita berdua. Kamu memintaku agar terus bahagia walau harus melanjutkan hubungan ini, mendoakanku agar aku mendapatkan yang lebih darimu. Tanpa pernah kamu tahu, bahwa sesungguhnya aku tidak mau tau atas semua alasanmu karena yang ku mau itu kamu.
Aku tak ingin memaksamu.
Tak ingin memenahan kepergianmu.
Terima kasih telah memilihku sebelumnya.
Perpisahan mengajarkanku pentingnya sebuah pertemuan.
Perpisahan ini bukan berarti akhir dari hidup, namun ini adalah kesempatan untuk menutup kisah lama dan membuka lembaran baru.
Terima kasih sudah memutuskan terlepas, daripada kita berdua nantinya tidak bebas. Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk lebih peduli dengan diriku sendiri. Terima kasih sudah memutuskan pergi sekarang dan membiarkanku menemukan bahagiaku.
Berada dalam ikatan yang salah dan tanpa arah itu bukan akhir yang indah. Semoga Allah memberikan kita seseorang yang tulus mencintai dan saling melengkapi.





No comments:
Post a Comment