Tuesday, December 3, 2019

Kita Tak Perlu Mengumbar Masalah Kehidupan Kita

Celoteh Celin - Hidup tak hanya tentang senyuman dan tawa. Ketika kesedihan mendekat, hati lantas gundah. Kamu pun sulit untuk mengendalikan diri agar tak kian terperosok dalam palung kesedihan. Padahal saat kesedihan menghimpit, yang kita butuhkan hanyalah sikap legowo dan ketenangan untuk menghadapinya.
Berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya juga bisa dilakukan. Hal ini jauh lebih baik daripada kamu mengumbar masalah. Mungkin memang akan ada orang yang melirik saat kamu mengumbar masalahmu, tapi bukan berarti mereka akan simpatik pada kamu.

- via tatajiwa.com
Dalam hidup ini, kita akan mendapatkan banyak pilihan yang harus dipilih. Pilih dengan bijak, kemudian jalani tanpa adanya satu keluhan dan penyesalan. Karena itu semua adalah pilihan hidupmu.


Berbagi Memang Perlu namun Untuk Masalahmu Sebaiknya Hanya Kamu yang Tahu

Konon menceritakan masalah yang sedang kamu hadapi dapat mengurangi beban. Hal ini memang bukanlah sebuah kesalahan, tapi tak juga bisa dibenarkan dengan sepenuhnya. Memang kamu bisa jadi meraga lega karena telah bercerita, namun untuk solusinya tak selalu ada.
Seringnya pilihan ini malah melahirkan pandangan buruk atas dirimu. Tanpa merasa perlu membantu, orang-orang malah akan berlomba jadi hakim untuk dirimu. Menilai kamu sebagai pribadi yang terlalu lemah, sehingga mengumbar masalah kepada mereka. Karena tidak semua orang akan tergerak hatinya untuk peduli atas masalah yang sedang kamu hadapi. Sebaliknya bisa jadi mereka malah tertawa senang melihat penderitaanmu.

- via pertamakali.com
Tak Hanya Kamu, Orang Lain pun Tentu Punya Masalah, Hanya Saja Cara Untuk Menghadapinya Berbeda
Membandingkan hidupmu dengan orang lain yang terlihat bahagia, memang tak akan ada habisnya. Akan selalu ada sisi lebih dari yang mereka punya, tapi tak ada di hidupmu. Kebiasaan ini perlahan akan menggiringmu pada kegiatan berandai-andai tanpa ujung. Alhasil semua hal yang kamu miliki akan selalu terasa kurang dan tak sempurna.

- via tatajiwa.com

Mulailah Melatih Diri Untuk Tetap Bersabar

Untuk segala keluh kesah dan persoalan yang sedang melanda, kesabaran memang jadi satu-satunya hal yang kamu butuhkan. Kamu bisa mengangguk jika setuju atau menggeleng karena tak sependapat. Yap sesukamu saja, toh kamu berhak sepenuhnya atas hidupmu.
Kamu sudah cukup kuat untuk menahan semua beban yang ada, serta bijaksana untuk menyikapinya. Tak perlu menganggap hal ini jadi sebuah persoalan pelik yang akan menyakitkan. Sebaliknya pandanglah itu sebagai seorang teman yang akan menguatkan. Membantumu berdiri dan naik ke level hidup yang lebih tinggi. Sehingga kelak masalah baru kembali datang, diri ini sudah tak lagi sama, kamu telah berevolusi jadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.

- via juproni.com
Sumber: tatajiwa.com/jika-mengumbar-masalah-tak-akan-menuai-simpatik-lalu-untuk-apa/

Kehidupan ini Adalah Cermin dari Perilakumu

Kamu pernah gak sih merasa beruntung sekali karena tiba-tiba dapat sesuatu yang tak terduga? Terlihat seperti kebetulan dan kamu senang sekali ketika mendapatkannya. Pernah dong? Tapi pernah juga dong merasa kok hari ini kurang beruntung banget sih, ada saja kesialan yang mampir, dan pasti merasa jengkel juga jengkel ya kalau merasa seperti itu.

- via pepatahkataku.blogspot.com
Jujur saja. Setiap dari kita pasti pernah merasakan seperti hal yang disebutkan tadi. Namun, reaksi yang muncul adalah berlawanan meskipun sama-sama mengalami hal tak terduga. Sama-sama tidak menyangka hal itu akan terjadi, kenapa kita reaksinya berbeda ya? Kalau kita bisa senang dan bersyukur saat kita mendapatkan hal yang tak terduga dalam bentuk berkah atau apapun yang membuat kita senang, seharusnya kita juga bisa bersyukur saat kita mendapatkan hal buruk yang sedang menimpa kita.

- via pinterest.com
Hidup memberikan kembali segala sesuatu yang kita katakan atau lakukan. Hidup kita adalah pantulan dari tindakan-tindakan kita. Jika kita ingin mendapatkan banyak kebaikan dan kasih sayang dalam hati kita, berbuatlah baik kepada sesama. Jika kita tekun meningkatkan kemampuan, kita akan menjadi orang yang tangguh. Hal ini berlaku dalam segala aspek.

- via sepositif.com
Hidup memberikan kembali segala sesuatu yang kita berikan. Hidup bukan suatu kebetulan, tapi cerminan dari sikap dan perilaku kita. Kalau kamu ingin selalu mendapatkan hal-hal tak terduga yang baik, maka berbuat baiklah selalu dimana pun, kapan pun dan pada siapa pun juga.

Menginspirasi banyak orang dengan berbuat kebaikan. 1 hari 1 artikel baik. Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa klik tombol suka dan bagikan. Klik ikuti jika ingin mendapat artkel bermanfaat setiap harinya. Semoga bermanfaat. Salam.
Sumber referensi: intisari.grid.id/read/0367417/hidupmu-cerminan-perilakumu

Tuesday, May 21, 2019

Jika Sudah Tak Bisa Jangan Paksakan Untuk Terus Bersama

Sesuatu yang tidak untukmu, sampai kapanpun tidak akan kembali padamu. Begitu pula jika emang takdir berkata itu memang untukmu, sejauh apapun pergi, sekuat apapun menyangkal, akan kembali padamu.
Setiap pertemuan akan berakhir dengan perpisahan, entah karena pergi dan tak kembali atau pergi karen ada yang memiliki.

Seperti hubunganku denganmu ini. Dengan pertemuan yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya, semua itu karena Tuhanku dan Tuhanmu mengizinkan dan alam semesta mendukung. Meski kini kita tidak lagi bisa bersama, dalam hatiku masih muncul pertanyaan "mengapa harus bertemu jika aku tak diizinkan bersatu" atau "mengapa Tuhan menumbuhkan rasa jika harus berpisah pada akhirnya?"
Hari - hari tanpa menerima kabar darimu membiasakan aku menjadi aku yang tanpamu. Aku berusaha meneruskan hidup tanpa mengutuk pertemuan dan perpisahan yang terjadi antara kita.


Kamu memilih pergi dan menjauh dengan aasan untuk kebaikan kita berdua. Kamu memintaku agar terus bahagia walau harus melanjutkan hubungan ini, mendoakanku agar aku mendapatkan yang lebih darimu. Tanpa pernah kamu tahu, bahwa sesungguhnya aku tidak mau tau atas semua alasanmu karena yang ku mau itu kamu.


Aku tak ingin memaksamu.
Tak ingin memenahan kepergianmu.
Terima kasih telah memilihku sebelumnya.

Perpisahan mengajarkanku pentingnya sebuah pertemuan.
Perpisahan ini bukan berarti akhir dari hidup, namun ini adalah kesempatan untuk menutup kisah lama dan membuka lembaran baru.
Terima kasih sudah memutuskan terlepas, daripada kita berdua nantinya tidak bebas. Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk lebih peduli dengan diriku sendiri. Terima kasih sudah memutuskan pergi sekarang dan membiarkanku menemukan bahagiaku.
Berada dalam ikatan yang salah dan tanpa arah itu bukan akhir yang indah. Semoga Allah memberikan kita seseorang yang tulus mencintai dan saling melengkapi.

Wednesday, February 13, 2019

Teruntuk Kamu Yang Hatinya Rapuh Tetaplah Teguh

Kenyataan memang terkadang tidak sesuai dan berjalan dengan keinginan kita sebagai manusia. Tuhan seolah mengajak kita bercanda sejenak tapi tak jarang membuat kita kecewa.


Keinginan dan angan kita yang terlalu tinggi atau semesta yang tidak mendukung?
Atau mungkin juga Tuhan belum mengizinkan yang kita inginkan itu terjadi, atau Tuhan akan memberikan yang lebih indah pada saat yang tepat.


Teruntuk kamu yang saat ini lelah menjalani kehidupan, hatinya terlalu rapuh untuk menempuh kerasnya perjalanan kehidupan, lelah itu wajar, mengeluhlah seperlunya. Tidak perlu menyalahkan setiap keputusan yang sudah pernah kamu ambil. Tidak perlu menyalahkan Tuhan dan keadaan.

Beristirahatlah sejenak, tanpa perlu berpikiran ingin mengakhiri perjalanan. Hidup itu bukan seberapa cepat kamu mencapai tujuan, tapi tentang seberapa banyak kamu bersyukur, dan menghargai setiap proses yang kamu lewati untuk mencapai tujuanmu.
Teruntuk kamu yang hatinya rapuh, lelah karena sering kecewa dan terluka, tetaplah teguh, jatuh berulang kali tak jadi masalah, istirahat sejenak dari hiruk pikuk kehidupan itu perlu, tapi jangan lupa untuk tetap teguh pada pendirian dan fokus pada tujuan akhirmu, kuatkan dan teguhkan hatimu, bahwa kamu itu pribadi kuat dan dilahirkan sebagai pemenang.
angan terlalu banyak mengeluh, teguhlah penuh !